Berguru Kepada Hujan

84

Juni 9, 2011 oleh sedjatee

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Bukankah gerimis dan hujan telah mengajarkan kepada kita tentang ketabahan? Mimpi kita adalah oase di padang perjalanan yang panjang. Telah selaksa langkah terayun bercucur peluh. Ada lelah yang menjadi hiasan kanvas kehidupan, dan keluh kesah sebagai warna hitamnya. Haruskan hitam menjadi satu-satunya warna goresan kita?

Mari meraih mimpi tanpa mengumbar resah, kendati jiwa dan raga lelah. Menggapai angan selalu tak mudah, seakan lumrah jika diwarnai amarah, namun kesabaran akan terasa dan terlihat indah. Mari berguru pada ketabahan hujan, yang hanya membisikkan mimpinya pada deru angin, lalu mengarungi ketinggian langit untuk meraih kelopak bunga yang dirinduinya.

Adalah hujan turut mengajarkan kita sikap bijak. Ia menjejak cakrawala dalam bingkai waktu yang terus berlalu. Tercurah, deras, menggerus, kemudian berlalu. Ia lurus menatap masa depan. Ia enggan terus berkubang dengan masa lalu. Karena, hujan merasa lebih indah menatap kuncup yang mekar, merasa lebih syahdu menyimak gemercik mata air.

Kita pun bisa sebijak hujan. Masa lalu adalah kilasan sejarah yang terkadang harus dibiarkan berlalu. Kita harus mampu berkelit dari suramnya masa lalu. Kita harus sanggup melepas belenggu kegagalan. Hidup harus dibangun dengan pondasi optimisme, sebijak optimisme hujan menyambut kunang-kunang di remang langit petang.

Lihatlah indahnya hujan saat menerpa senja. Rintiknya tulus membauri bumi. Rinainya mengalir tanpa pamrih, menghias langit kemarau dengan seutas pelangi, membungkam petir dengan dekapan sunyi. Rintik hujan yang selalu dirindu, namun kita tak kunjung mensyukuri. Derai derasnya terkadang dijawab gerutu, sedangkan kita tak jua menginsyafi.

Hujan tak akan pergi meski dicaci, meski dibenci. Ia akan selalu memenuhi janji cintanya kepada bunga, kepada rerumputan, kepada ikan, kepada belalang, kepada kupu-kupu, dan juga kepada kita. Lantas mengapa kita lupa untuk arif seperti hujan? Bukankah kita terlalu sering berbuat demi sebuah pamrih, bukankah kita selalu ingin dipuji, bukankah kita beramal terkadang untuk disanjung?

Kita akan selalu rindu kepada gerimis, dengan sesekali memaki karena ia membasahi baju kita, tanpa mensyukuri karena ia memercikkan lumpur pada kendaraan kita. Tetapi gerimis tak akan hirau. Ia sudi dimaki, ia tak galau jika dilupakan, ia tanpa pamrih.

================

serpong, 9 juni 2011

sumber gambar : google.com ; hddesktopwallpaper.com ; rainpictures.com
puisi : hujan bulan juni – sapardi djoko damono

84 thoughts on “Berguru Kepada Hujan

  1. Lidya mengatakan:

    hujan merupakan anugrah juga patut di syukuri

  2. mama Cal-Vin mengatakan:

    tidak ada hujan diminta, hujan terus mengeluh krn takut banjir.

  3. Mabruri Sirampog mengatakan:

    mantep kang puisinya,,,
    saya suka sama suasana hujan, asalkan ga banjir..😀

    seperti itulah manusia kang, saya juga termasuk, kalau lagi panas minta ujan, kalau sudah hujan kadang masih saja nggerutu, ga tau maunya apa sebenarnya..😀
    tpi mudah2an setiap hujan yg turun membawa berkah dariNya..

  4. Triiz mengatakan:

    walaupun hujan kadang bikin banjir tapi tanpa hujan kita ga akan bisa hidup🙂

  5. funnie mengatakan:

    tanpa hujan…..tak ada kehidupan,…:D

  6. Invincible Tetik mengatakan:

    Terbawa oleh tulisannya >_<
    indah …

  7. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Maap kang kalu hujan saya berteduh, takut kena diare
    Salam takzim batavusqu

  8. Adi Nugroho mengatakan:

    i love rainy day..
    Melihat rintik2 yang jatuh..
    apalagi bau tanah habis hujan…
    rasanya nyaman dan adem ayem..

  9. bundadontworry mengatakan:

    makin yakin, tak ada yang sia2, apapun yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta.
    analogi yg indah sekali, dgn mengibaratkan hujan sebagai semangat juang dlm meraih cita2, walaupun banyak halangan , namun tetap terus semangat.

    Selalu ada hikmah yg didapat, tiap kali aku membaca tulisanmu, Mas🙂
    salam

  10. dhila13 mengatakan:

    aaaahhh… galeri fotonya itu ada tulipnya… sukaaa… seperti nama populer saya @fadhilatulip

    • atmokanjeng mengatakan:

      jadi rindu pada hujan yang pergi entah kemana..
      tiba-tiba aliran sungai di depan rumah terlihat kering..
      daunan jati meranggas..
      sawah jadi bengkah dan garing..
      para petani akhirnya congkrah rebutan air..

      barangkali dhila pun untuk mengatakan dia rindu pada hujan itu..
      menjadi melankolis hanya berani menyebut pada tulip itu.. tulip yang dibasahi hujan..

      dan aku dalam bingkai jendela
      berdoa dalam diam..
      semoga turun hujan yang membawa rahmat
      pada bumi
      pada hati…
      dan Ia tidak menjadikannya sebagai requeim bagi kita..
      amin…

  11. info[dot]com mengatakan:

    rinduku pada hujan, setabah hujan menanti saat berjumpa dengan kelopak bunga….

  12. ysalma mengatakan:

    hujan mencurahkan airnya kepada alam semesta sebagai pembawa berkah,
    hujan dijadikan biang keladi menjadi penyebabnya banjir, padahal semua ulah kita.
    hujan menghapuskan kabut yang menebal akibat polusi,

    • sedjatee mengatakan:

      ysalma: hujan dijadikan biang keladi menjadi penyebabnya banjir, padahal semua ulah kita.
      berarti kita belum bisa berlaku sebijak hujan ya Yen,.,

      sedj

  13. Orin mengatakan:

    Saya suka puisi hujannya, saya suka foto hujannya, saya suka hujan mas Sedj😉

  14. aryna mengatakan:

    ya Allah turunkanlah hujan,
    hujan yang membawa nikmat dan rahmat
    bukan hujan yang membawa bencana dan laknat

  15. akhnayzz mengatakan:

    hujan yang membawa berkah dan rido dariMu>>>
    Amin…

  16. Uda Riki mengatakan:

    selain menjadi backdrop romantisme..
    ternyata hujan juga bisa jadi guru kehidupan..
    tanpa pamrih..
    keren, Om..

  17. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Wulan Juni kok ijik udan to mas?

    OOT:
    1. Link blogke mas Sedjatee wis nongkrong neng “LINK PREMIUMKU”, tulung linkbacke
    2. Nek pengin nyedot KBBI, klik kene mas http://www.bukan.anekaberita.com/2011/06/09/download-kbbi/
    Thengs😆

  18. Kaget mengatakan:

    Saya malah bergidik kalau sudah rintik, masalahnya kenyamanan pembuangan air slalu melimpah yang akibatnya banjir dijalanan. Tapi, kalau tak hujan, lingkungan panas sekali😦

  19. raharjacyber mengatakan:

    saya hanya bisa mengernyitkan dahi, gak bisa komen…
    ruarrr biasa,
    hanya pertanyaan seperti ini..
    kok bisa, dari hujan, bisa menghasilkan puisi seperti ini…
    izin copas disini
    http://raharjacyber.net/repost/menulis/268-sastra/113-berguru-pada-hujan.html
    salam kenal…
    sekalian ngelink nih…

  20. mauna mengatakan:

    Banyak hal yang harus kita syukuri dan pelajari dari segala yang tersurat dan tersirat. Fa bi ayyi Alaai robbikuma tukadzibaan

  21. Sugeng mengatakan:

    Ternyata bulan Juni membawa banyak berkah bagi semua makhluk di bumi😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  22. Sukadi mengatakan:

    ada yang menanti, ada yang membenci, semua adalah sebuah kewajaran dalam bingkai rahmat🙂

  23. tunsa mengatakan:

    biarlah hujan turun di tanah yang gersang ini…agar semua makhluknya bisa tumbuh …

  24. TuSuda mengatakan:

    ketika mendung di langit tak selalu menandakan turunnya hujan, ada kerinduan akan riuh rendah derai rintiknya…

  25. joe mengatakan:

    tapi sekarang sudah mulai jarang turun hujan ya

  26. Ikky21 mengatakan:

    Asoy nih sajaknya, kang. Hehe

    Salam kenal, http://ikky21.wordpress.com

  27. chocoVanilla mengatakan:

    Aku selalu suka hujan, karena selalu meninggalkan harum rerumputan dan aroma tanah basah. Aku selalu suka hujan, karena selalu meninggalkan perasaan romantis dan sejuk.

    Aku selalu suka hujan, meski kadang jemuran tak kering😦

  28. amisha syahidah mengatakan:

    makanya kalo hujan turun kita disuruh doa kan mas, kalo gak salah doanya “mutirna bifadlillahi warahmatik” bener ya? hehehe

  29. niQue mengatakan:

    suka hujan jika datang sebentar saja
    suka cemas jika hujan suka turun berlama-lama
    suka sedih jika setelah hujan banjirpun melanda
    suka duka jadi manusia yang pada bandel tidak menjaga lingkungan hehehe

  30. popi mengatakan:

    knapa hujan di bulan juni? juni memang musim hujan ya?

  31. Masbro mengatakan:

    Hujan, selalu indah, apalagi dilihat di balik kaca…

  32. Asop mengatakan:

    Berguru pada hujan, yaitu belajar sabar menunggu hujan reda saat berhenti di pinggir jalan (gara2 naik motor).😐

  33. M A Vip mengatakan:

    belakangan aku sering merindukan hujan, karena rasanya jarang dan kalaupun datang waktunya tak tepat menurutku. kemarin datang saat waktuku tidur malam, jadi sangat kurindukan suasana gerimis di siang bolong di saat aku berjalan diantara ramai manusia yang bergegas langkahnya.

  34. kamal mengatakan:

    hujan itu romantis..nyanyian hujan saat jatuh ketanah.. membuat aku jadi merenungkan makna hidup…makanya aku sangat suka banget sama hujan”

  35. arif mengatakan:

    mencoba ikut meraih hikmah hari jumat disini🙂

  36. whychand mengatakan:

    Mantap banget puisinya Kang.!!😀

    Saya suka banget sama hujan. Apalagi sama bau tanah kering yang kena air hujan. Punya “kekuatan” sendiri buat bikin kita jadi inget sama masa lalu. Hehehe…

  37. MENONE mengatakan:

    memberi dengan ikhlas ya sob………

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  38. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    Teringat puisi kocak Gus Zainal Arifin Toha:

    Hujan di bumi, burung sembunyi
    Hujan di hati, burung bernyanyi
    Hujan tak henti-henti, burungmu barangkali

    😀

    (nice post, kang.
    salut)

  39. sayyidahali mengatakan:

    “Dia lah yg tlh menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagian menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu kamu menggembalakan ternakmu.” (An Nahl:10).
    Subhanallah.mudahan kt menjadi hamba yg sll bersyukur.

  40. mamah Aline mengatakan:

    saat datangnya hujan jadi keluhan, ketika perginya hujan dinantikan… tapi benar hujan selalu menepati janji pada manusia dan alam…

  41. bambang haris mengatakan:

    Ya, hujan merupakan sumber inspirasi …

    Tak terbayangkan seandainya tak ada hujan ….

  42. bambang haris mengatakan:

    Ya, … hujan merupakan sumber inspirasi …

    Tak terbayangkan seandainya tak ada hujan ….

  43. bambang haris mengatakan:

    Hujan, sangat diperlukan dalam dunia ini …

    Tak terbayangkanseandainya tidakada hujan …

  44. ejawantahblog mengatakan:

    Memberi tanpa harus menuntut,
    Dimana dibalik rahasia terdapat rahasia.
    Seperti kita yang menuliskan sesuatu di permukaan air yang tenang.

    Sukses selalu mas.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  45. kips mengatakan:

    Angkat topi untuk bait-bait yang tergoreskan, keren dan menyejukan laksana salah satu peran sang hujan.
    Salam!

  46. fitr4y mengatakan:

    qu berkunjung disambut oleh hujan .. menyegarkan mas ..🙂

  47. personal health care mengatakan:

    numpang berteduh mas,, sambil liat bunga yg disiram hujan.. indah bgt ..🙂

  48. yeni mengatakan:

    sip daagh puisinya . . .
    sisi lain di balik hujan yaitu sebuah ketenangan
    *bagiku sih😀

  49. Bambang Haris mengatakan:

    Teringat tembang campur sari “Nunut Ngeyup” …🙂

  50. volverhank mengatakan:

    hujan enaknya bobo hehe

  51. Batu mengatakan:

    ah, aku senang dengan gaya penulisanmu ini…
    btw, puisinya pak Sapardi memang mantab…

  52. kang ian dot com mengatakan:

    jadi inget naek motor ke rumah orang tua pas hujan mengguyur bumi.. ada romantisme disana.. ada kehangatan ketika tetes hujan menerpa wajah dan tubuh kami berduaa..😛

  53. Majalah Masjid Kita mengatakan:

    mimpilah setinggi tingginya.. namun jangan lupa tuk berjuang tuk meraihnya… percuma juga kan mimpi kita tinggi namun tetap kita biarkan menjadi mimpi😦

  54. julie mengatakan:

    suka banget dengan kalimat2 kang sedj

  55. Masyhury mengatakan:

    I love hujan, tapi udah lama banget gak mandi hujan…
    hemm…😀

  56. Goyang Karawang mengatakan:

    luar biasa puisinya mas… terkadang air hujan memang memberikan kesegaran luar biasa

  57. kakaakin mengatakan:

    Ya… hujan adalah saat yang tepat tuk menyembunyikan tangis…

  58. dmilano mengatakan:

    Saleum
    Sebulan sudah gak turun hujan ditempat saya bang, kangen banget…..
    saleum dmilano

  59. Goda-Gado mengatakan:

    mas…
    kok bikin kalimat2 gitu pinter dan menarik serta inspiratif to mas.. :-s
    bikin iri saja lho…

    filosofis ttg hujan saja bs dijelaskan dengan sedemikian banyak dan luas
    dan juga dg cukup puitis dan romantis…

    Hujan di bulan Juni…
    hmmmm

    :-bd

  60. Anugrha13 mengatakan:

    yang…hujan…turun lagi …
    di bawah payung hitam aku berdiri…
    hahaha
    backsoundnya harusnya itu bang😀

  61. ejawantahblog mengatakan:

    Ass….

    Berkunjung dibapi hari membawa kabar berantai dari sahabat yang akan ku katakan

    Dengan segala kerendahan hati Ejawantah’s Blog menghantarkan Blogger Award 2011 secara bergulir kepada sahabat, dan Award dapat diambil di http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/06/menerima-menebar-harta-karun-dari-dunia.htm.

    Dan selamat pagi sahabat semua, selamat bergembira, dan tetaplah semangat. Sukses selalu.

    Salam
    Ejawantah’s Blog

  62. dwiewulan mengatakan:

    duh duh..puitis banget….
    tak pandai mencerna nih.. tapi minimal paham garis besarnya… Indah!…
    salam 🙂

  63. rio2000 mengatakan:

    hujan musuhnya para biker :peace:

    ngomong2 bulan juni ini masih kemarau lho😀

  64. Lauren mengatakan:

    Major thanks for the article post. Will read on…

  65. alberthmaya mengatakan:

    MantapKunjungi Balik ya hehe

  66. Indahnya Berbagi mengatakan:

    sekarang lagi menanti musim hujan yang mulai datang……….

  67. dmilano mengatakan:

    Saleum,
    Tanpa adanya hujan, maka bumi akan kesulitan mengumpulkan air bagi kelangsungan penghuninya. semoga kita senantiasa menanggapi turunnya hujan itu dengan syukur.

    saleum dmilano

  68. Hafiz mengatakan:

    ini juga ada sedikit cerita tentang hujan pak guru,,,
    mampir ya,,,

    http://tembica.blogspot.com/2010/09/belajar-dari-rumput-dan-hujan.html

  69. catatanketuk mengatakan:

    setianya cinta hujan kepada bunga, mudah2an menjadi inspirasi kita semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: