Wisang, Akulah Ibumu

90

Juni 16, 2011 oleh sedjatee

Dia tak mengenal takut, seperti ia tak kenal kekalahan. Sebagaimana pernah diucapkannya, ia ingin mengakhiri kisahnya sebagai pahlawan dengan bertempur di peperangan. Namun sepertinya itu tak akan didapatkannya. Kresna telah membuat rencana yang berbeda bahwa ia akan dijauhkan dari arena Baratayudha. Aku yakin skenario itu akan membuatnya kecewa, tetapi bukankah itu berarti aku akan lebih cepat mengobati kerinduan pada anak sematawayangku? Pertemuan dengannya akan mengobati pedihnya masa lalu, atau setidaknya, aku akan bahagia merasakan hakikat seorang ibu, wanita yang merindukan anaknya.

Mengingat masa kecilnya adalah bagai menguak sebuah luka di hatiku. Para dewa menjodohkanku dengan Kangmas Arjuna sebagai hadiah menaklukkan serangan Niwatakawaca. Tetapi saat ia masih berada di dalam rahimku, para dewa memaksaku menggugurkannya hanya karena mereka tidak merestui cintaku pada Kangmas Arjuna. Salahkah jika seorang bidadari sepertiku mencintai seorang manusia seperti Kangmas Arjuna? Adakah kodrat yang keliru jika seorang hapsari melahirkan anak manusia sepertinya? Tidak. Rahim ini akan tetap kujaga seperti aku menjaga cintaku.

Ia lahir sebagai jabang bayi yang menyala, dan aku menamainya Wisanggeni. Di saat kelahirannya itu para dewa berusaha merebut untuk membinasakannya. Hanuman menyelamatkannya, membawanya menjauh dari Kawah Candradimuka kemudian Sang Baruna dan Hyang Anantaboga menolongnya dan menjadikannya sakti pilih tanding. Mengenang masa kecilnya yang jauh dari kasih sayang seorang ibu membuatku tak sanggup menahan badai air mata.

Bahwa ia jauh dari bimbingan sorang ibu, harus kumaklumi jika akhirnya kutahu bahwa ia tak bisa berbahasa halus seperti para pangeran yang semestinya. Ia mungkak kromo seperti Uwaknya Bima dan sepupunya Antasena. Namun harus kusyukuri bahwa ia mewarisi keberanian, kesabaran, ketampanan dan kerendahan hati seorang Arjuna, pria yang menitiskan watak dan cinta dalam aliran darahnya.

Orang boleh menyebutnya satria yang sinting, tetapi aku selalu bangga karena Kakang Semar telah mendidiknya sepenuh hati. Lihatlah kesantunannya, Wisang adalah anak yang berbakti.Ia merindukanku, merindukan seorang ibu yang membagi hayat saat ia menapaki kehidupan dunia.

Aku melihat Kresna telah berbicara panjang lebar kepadanya, juga kepada Antasena. Aku tahu, Kresna tak mungkin membiarkannya tetap ada dan menerjuni Kurusetra. Tetapi aku pun tahu, Wisang-ku akan memilih keputusan terbaik bagi Arjuna dan para pandawa, junjungan yang ia cintai. Terompet Baratayudha belum berkumandang, tetapi ia sepertinya telah berlapang dada untuk segera menapaki kehidupan abadi, yang itu bermakna pertemuan denganku.

Kidung Megatruh berkumandang indah, mengalun pilu menyayat-nyayat hatiku. Kulihat ia tersenyum dalam pijar mata yang kian terkatup. Jasad itu moksa. Tetapi Wisang pasti akan kembali kepadaku, karena akulah ibu yang merinduinya.

***

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri Kehidupan, yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan paksakan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu, anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

=====================

sedjatee – kebayoran, juni 2011
sumber gambar : flickr.com
puisi : on children – kahlil gibran

90 thoughts on “Wisang, Akulah Ibumu

  1. Mabruri Sirampog mengatakan:

    ada sisi yg menarik dari Wisanggeni,,
    walaupun masa kecilnya jauh dari kasih sayang Ibu, namun dia tetep merindukan sosok ibunya.
    kepatuhannya pada seorang ibu perlu ditiru…

  2. Orin mengatakan:

    Selalu suka dg kisah2 semacam ini mas Sedj.. terima kasih, ditunggu kisah selanjutnya😉

  3. Asop mengatakan:

    Wisang…?
    Ah, ya, Wisanggeni, itu nama agen tempat saya langganan koran.🙂

  4. Masbro mengatakan:

    Kirain Wisang siapa, hehe..

    Tulisannya semakin cantik dan renyah, salam hangat Mas;

  5. Masih mengatakan:

    Salam

    Kasih Ibu sepanjang masa..

  6. Mama Cal-Vin mengatakan:

    walah saya tidak tahu kalau ini nama pemawayangan ya. keponakan saya nama TK nya Wisanggeni saya pikir itu nama apa

  7. Triiz mengatakan:

    kisah kepatuhan anak yg patut di tiru🙂

  8. Amaq Shofia mengatakan:

    kepatuhan? saya pikir ini tentang keberterimaan, karena ada :”Anakmu bukanlah milikmu,
    mereka adalah putra putri Kehidupan, yang rindu akan dirinya sendiri.” bener2 filosofis ya kisah2 pewayangan itu

  9. Kaget mengatakan:

    Kira2, anak2 sekarang jarang ada yang seperti itu ya? Ditinggal ibu, biasanya anak2 lebih dekat dengan ibu asuh🙂

  10. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    berarti si wisang ini nolak jadi prajurit ya, kang?
    dia lebih milih jadi resi ya, kang?
    atau pie sebenernya, kang?
    :p

  11. tunsa mengatakan:

    wisanggeni…
    kisah penuh makna dari sebuah keluarga bahagia..
    buat pembelajaran bagi saya juga😀
    makasih pak.

  12. sayyidahali mengatakan:

    Terenyuh bagaimana perasaan seorang ibu harus berpisah dgn anak yang sangat dicintainya,
    Banyak pengorbanan diberikannya,bahkan berpisah pun, merupakan sebuah pengorbanan.subhanallah

  13. pakde sulas mengatakan:

    wisang adalah anak yang berbakti, tentu setiap orang ingin menjadi orang yang berbakti, termasu pakde juga

  14. giewahyudi mengatakan:

    Kisah yang berat, seolah saya selalu salah dalam setiap laku saya..😦

  15. idana mengatakan:

    dalem banget deh hehehe

  16. ejawantahblo mengatakan:

    Pembelajaran yang sanagat berharga dan semoga kita dapat memetik hikmah dari cerita ini ya Mas

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  17. sikapsamin mengatakan:

    Luar biasa…luar biasa…

    Bagaimana bisa?
    – makna filosofis pewayangan ;
    – kidung megat-Ruh ;
    – puisi Kahlil Gibran…

    berTRIWIKRAMA…(tiga bersinergi)?!?

    Luar biasa…luar biasa

    Inilah salah satu karya Seorang Komposer SEDJATEE…

    Semoga Getar karya ini mampu me-Resonansi nurani kita…terutama Para Generasi Penerus Bangsa…

    Saluuuttt…sukses selalu

  18. fitr4y mengatakan:

    ikut nonton wayang mas .. hehe🙂

  19. Majalah Masjid Kita mengatakan:

    sepertinya mas nya faham betul sama jalan cerita dan tokoh2 dalam kisah pewayangan nih.. keren😦 saya sampe gak tau mesti berkomentar apa😦

  20. Cah Lapindo mengatakan:

    selalu dapat ilmu pengetahuan baru tentang sejarah alam dan pewayangan disini..
    matur nuwun sanget kang.

    Salam sejaterah dan adem ayem

  21. arif mengatakan:

    belajar wayang, jujur baru baca kisah ini,ttg wisanggeni😀

  22. Suke Semarang mengatakan:

    Dok dok dok dok….
    Bumi gonjang ganjing langit kelap kelip….😀

  23. popi mengatakan:

    saya selalu suka puisi Kahlil Gibran itu , Mas! terutama dua baris terakhir pada bait pertama:

    …..
    Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau,
    mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

    Kalimat itu mengingatkan kita agar kita jangan otoriter terhadap mereka, dan harus rela..bila suatu saat Allah mengambilnya kembali dr tangan kita.

  24. sedjatee mengatakan:

    sebuah pemaknaan yang indah

    sedj

  25. Uda Riki mengatakan:

    hehe..
    tulisannya selalu sedap disantap Om..
    jadi Wesanggeni ini meski bicaranya kasar namun hatinya lembut..
    luar biasa Om..

  26. chocoVanilla mengatakan:

    Om Is, akhirnya Mas Wisanggeni ini meninggalnya kenapa ya? Trus siapa yang membunuhnya? Trus akhirnya ketemu sama ibundanya gak?

    Duh, mbacanya jadi berkaca-kaca nih😦 Mesakake banget to😦

  27. Miftahgeek mengatakan:

    Baru tahu ada istilah “sakti pilih tanding” kang, biasanya kan “sakti tiada tanding” (_ _”)

  28. sedjatee mengatakan:

    yang pertama lebih lumrah, Kang

    sedj

  29. kangmartho.com mengatakan:

    sebuah kisah inovatif apalagi dikaitkan dengan budaya wayang yang rupanya mulai pudar di telan jaman

  30. advertiyha mengatakan:

    selalu suka sama cerita2 disini..🙂
    salute buat mas djatee yang bisa meramu wayang jadi kekinian, hehe..
    pa kabar mas? dikau di kebayoran kah?

  31. Valeria mengatakan:

    I have really enjoyied reading your well written article. It looks like you spend a lot of effort and time on your blog. I have bookmarked it and I am looking forward to reading new articles. Keep up the good work!

  32. ysalma mengatakan:

    pewayangan dengan Kahlil Gibran,
    sebuah hubungan antara ibu, dan anak yang juga punya kepribadian, dan itu berdiri sendiri.

  33. Agung Rangga mengatakan:

    wisang, nama yang unik ya~
    puisinya juga bagus.😀

  34. dmilano mengatakan:

    Saleum
    cerita yang menarik kang sedj…. saya jadi pingen baca full story nya….
    saleum dmilano

  35. bluethunderheart mengatakan:

    menarik
    blue suka ini
    salam hangat dari blue

  36. […] bang lozz akbar|mbak yuni|mbak susindra|mas ichsan|mas adi nugroho|cak martho|bang dmilano|kang sedjatee|bang agung|mbak nia|mbak melly|bang david|bang sky|mas mamung|mas dede6699|mbak orin|bang […]

  37. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Maap sahabat hanya mampir untuk memberikan penghargaan kepada sahabat, semoga berkenan untuk menjemputnya
    Salam Takzim Batavusqu

  38. Kakaakin mengatakan:

    Duh.. kasihannya ibu yang nelangsa…

  39. Celena Heiser mengatakan:

    Just how relating to this – in case the u . s . economic system keeps their amount of drop, quickly you actually won’t get just about any travellers annoying most people since they aren’t going to be in a position to find the money for. a fabulous happy idea, eh? hmm… can’t think of any specific realistic cheerful ideas. It is just a great day outdoors today yet Now i’m caught up inside searching in it. Probably look in the blog once again next week, fantastic night🙂

  40. Eyangkung mengatakan:

    Selamat sore mas Djatee,

    Sudah pulang dari langlang pelabuhan samudera, ya?? Ternyata Hyang Baruna sudah maSUK dipostingan ini.
    Kalau kita renungkan kisah WAYANG tidak berbeda dengan kisah dunia nyata. Hanya bedanya kisah wayang dikendalikan Ki Dalang, sedangkan kisah yang terjadi di dunia nyata ini dikendali8kan Sang Maha Bisa dan Maha Kuasa.

    Kalau sudah ada waktu mas Djatee ditunggu Bambang Kumbayana yang sedang kehilangan bidadari yang jadi obsesinya. Wayang Millennium sudah sampai pada episode-2.
    Ki Dalang WM sedang sibuk menjawab pertanyaan: yang licik dan jahat itu Durna tau Sengkuni???
    Saya tunggu.

  41. […] tempat pertemuan itu sebagai tempat untuk berwisata kuliner. nah sahabat pada pertemuan dengan kang sedjatee di rumah makan Bebek Goreng H. Slamet yang beralamat di jl. Radio dalam raya no.47B Kebayoran Baru […]

  42. Erfano Nalakiano mengatakan:

    keren euy ceritanya….
    /bayi yang menyala/…bahasanya mantaaap!

  43. citromduro mengatakan:

    jejak kehidupan sejati, selalu tersirat pesan kehidupan disini

    lama tidak berkunjung kang
    semoga senantiasa sehat wal afiat bersama keluarga
    salam dari pamekasan madura

  44. Merliza mengatakan:

    kisah arjuna yang syarat akan makna mendalam tuk kita hayati dan amalkan dalam hidup ini🙂

    berkunjung pagi mas.. sekedar memberitahukan ada titipan… mohon di ambil, terimakasih🙂

  45. Gerry Nieva mengatakan:

    This mainly makes me personally comprehend exactly how foolish is usually modern system. I at the same time enjoy how the article would not say it is completely wrong, that you may get discovered and you should hesitate. However, i actually head out sleeping right now, for certain i will show that to my sweetheart another day, simply because he’s in the office currently. Keep on writing!

  46. whychand mengatakan:

    saking lamanya engga mampir, eh pas mampir disuguhin cerita keren kaya gini. Nice story, Mas.

    Aku suka banget nih sama penggalan puisinya KG yg ini :

    Anakmu bukanlah milikmu,
    mereka adalah putra putri Kehidupan, yang rindu akan dirinya sendiri.
    Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

  47. aryna mengatakan:

    haduuh…nggrentes ning ati…

  48. said mengatakan:

    wah, blognya makin sukses aja nih.
    salam kenal ya.

  49. lozz akbar mengatakan:

    ingak inguk… sampean nang endi sih Kang?

  50. gopakkat mengatakan:

    mantap tulisan-tulisanya….enak dibaca

  51. Sugeng mengatakan:

    Ikut merasakan bagaimana kesendirian sang Wisang yang jauh dari kasih sayang orang tua dan di campakan para dewa😦

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  52. Baju Tanah Abang mengatakan:

    numpang mampir..salam kenal…

  53. M Mursyid PW mengatakan:

    Selamat Idul Fitri 1432 H. Mohon maaf atas segala khilaf.

  54. ejawantahblog mengatakan:

    Datang melepas rindu seorang sahabat.

    Segenap Keluarga Besar Ejawantah’s Blog mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H.Taqobballahu Minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.

    Semoga segala amal perbuatan kita di bulan suci Ramadhan diterima disisi Allah SWT dan kembali kepada fitrahnya.

    Seiring salam dengan kerendahan hati kami berharap sudikiranya sahabat menjemput kartu ucapan dari kami di
    http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kartu-lebaran-idul-fitri-1432-h-untuk.html#comments

    Sukses selalu dan salam untuk keluarga.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  55. kopral cepot mengatakan:

    Taqabalallahu minna wa minkum

  56. uniharuni mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum
    maaf baru berkunjung,

    Taqabalallaahu Minna waminkum Syiyamaana Wasyiyamaakum. Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf dengan ikhlas lahir maupun batin

  57. pujohari mengatakan:

    hmmmm, lupa aq, tapi yg pasti lakon ttg wisang adalah lakon favorit klo ga ayah saya, ya kakek saya….

    –Re-thinking Makna Sunah dan Makruh kunjungi http://bit.ly/p1rjgl–

  58. hanhan mengatakan:

    Coretan kehidupan tentang kehidupan seorang anak mausia yang bersahaja….

    Apa kabar mas…. hehe

  59. Widayanto The Star mengatakan:

    GREAT….
    ADA PENGHARGAAN BUAT ABANG…..DARI wIDAYANTO bINTANG
    silakan klik
    http://widayanto84.wordpress.com/2011/09/21/widayanto-bintang-awards/#comment-807

    thanks alot

  60. rian mengatakan:

    salam kang….

  61. Rian mengatakan:

    salam…baru nongol

  62. chocoVanilla mengatakan:

    Om Iiiiis, kok gak ono postingan baru? Ke mana aja to?

  63. M Mursyid PW mengatakan:

    Lama gak di-update ni blog.
    Dah kangen dengan falsafah pewawayangannya.

  64. lozz akbar mengatakan:

    kangen kang Ismoyo Sedjatee😦

  65. trimaksih atas semua informasinya

  66. obat paru paru basah mengatakan:

    ide yang sangat kreatif dn inofatif obat paru paru basah

  67. terima kasih banyak sudah berbagi info

  68. obat penyakit gula mengatakan:

    liputannya sangat menarik idenya juga sangat bagus

  69. Abdurrohim mengatakan:

    Penasaran sosok penulisnya nih… beneran gan…

  70. Miftahgeek mengatakan:

    Jadi keinget ada yang bilang gini, ‘orang tua itu dihormati bukan karena pengetahuannya, tapi karena kebijaksanaannya.’, mungkin emang karena pengetahuan mah jalan terus kedepan ya kang.

  71. masah mengatakan:

    Sangat dibutuhkan, untuk direnungkan kembali, kisah kisah penggalan mahabarata ataupun ramayana, melalui blog, tulisan, pesan tersurat hingga tersirat apalagi penyajiannya seperti ini, monggo dilanjutkan di 2014 ini , ayo n monggo. .

  72. sugeng mengatakan:

    keren-keren mas

  73. kamal mengatakan:

    postingannya tambah matep aja inih🙂 salam mas

  74. annosmile mengatakan:

    lama ga mampir..apa kabar bro😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: